Senin, 31 Desember 2012

Ms. B: Will U Marry Me?

SENGAJA... itu kata yang mewakili perasaan (hayahhh) ketika memutuskan untuk ngambil sreeeettt nih buku dari beberapa deret buku yang belum "terbaca" (bahkan masih terbungkus plastik, hehe) di rak buku ruang tengahku.

Sengaja menghindar lebih tepatnya... :)

Yah, sengaja menghindari buku teks (referensi ngajar) yang kadang membuat jenuh karena agak berkerut ketika membaca kata perkatanya... lepas sejenak dari "Taktis Menyunting Buku"-nya Om Bambang Trim (tambahan keren untuk referensi MK Penyuntingan semester depan, yang biasanya hanya pakai "kitab"-nya Pamusuk Erneste, hehehe) dan "Quantum Ikhlas"-nya Bang Erbe Sentanu, yang sumpaaaah lama banget ga selesai2 bacanyaaahhh... :)

Well, balik ke Ms. B... Begitu lihat cover n baca judulnya udah kelihatan lah pasti "enteng" untuk dibaca, sreet... sreet... selesailah, hehe... jalan ceritanya simple banget, bahasanya empuk, namun konfliknya cenderung monoton... ada beberapa buku dengan tagline Ms. B juga yang masih antri untuk dibaca: "Jadi Mami" (barusan pegang, mulai buka plastik pembungkusnya, hehe) dan "Jangan Mati"... entahlah mb Firbas, si penulis, bikin bersambung atau tidak... soalnya baru baca 1 buku doang, pun kalau bersambung/berseri ya ga tau juga buku pertama yang mana...

Ms. B: WUMM, cerita tentang kehidupan si tokoh utama, Beauty Ayu. all about lah. mulai keluarga, pendidikan, gaya hidup, percintaan, dan persahabatan. si Ms. B "dibayang2i" oleh tokoh Fifin n Bunny, teman 1 apartemennya (plus si Cantik, kucingnya). Karena ceritanya simple, jadi yah muter2 di sekitar itu lah, hehehe... kalau pun ada konflik, rasanya bukan alur konflik baru alias udah sering ditemui di cerita2 sinetron... :)

Tapi bukan berarti ga ada yang keren yaaaaa... aku ngakak waktu bagian TERJEMAHAN BEBAS dari bahasa Indo ke Inggris (Indoglish, kali yaaaaa), ex: in wind (masuk angin), mango whereagain (mangga manalagi), no busy (jangan repot-repot), how much is the flower (berapa bunganya? "bunga bank"), hahahahaha... ampuuuun deh, english-ku juga belepotan sih tapi ga segitunya kaleeee... :)
 
Bagian si Ms. B lagi jutek2nya sama SPG yang sekantor juga lutjuuu, swear jijay juga kalau ternyata bener, mbak2 SPG cantiiiiikkkk n wangiiiiiiii yang sering kita jumpai di mall2 dengan senyum manis dan tuturan ramah itu bisa juga konyol nangkring di toilet duduk, hiiiiiiiiiiiiiiiiii... bener kata mbah google, mbah tukul, mbah2 yang lain untuk don't judge the book by it's cover, hohohohoho....

Seperti biasa, tolol kan ya kalau tidak bisa ngambil something dari yang kita baca... ungkapan "easier said than done" ngenaaaaaa rasanya, sederhana tapi bener bangettttttttttttttt, :). So, pilihan dan kata hati itu emang sulit dibohongi dalam ngambil keputusan, tinggal keberanian untuk bertindak dan TENTU SAJA keberanian menanggung konsekuensinya yang ditunggu dan diwujudkan.

31122012
@Graha Sartika

Minggu, 25 November 2012

-BERSAMA SEPATU DAHLAN-

Akhirnya selesai juga baca nih novel, yang pertama dari trilogi novel inspirasi Dahlan Iskan. Sebenarnya kurang "nggeh" juga dengan gaungnya, lebih pada tokoh si Dahlannya saja, yang sedang top dengan citra pejabat mumpuni (entah sekarang... dan semoga terus, :D). Pas di Gramed pun, menimbang2 cukup lama untuk membeli, tapi begitu lihat misua sampai tergugu cerita tentang resensinya, wuih tak pikir panjang, kebirit ke kasir, hehe.

Secara keseluruhan sih tak jauh beda dengan novel kisah seseorang, ex Laskar Pelangi dan Negeri 5 Menara. Sampai halaman terakhir pun, terus terang kurang dapat greget-nya. Ceritanya hidup? well, kujawab iya. Tapi entah kenapa, seakan tak ada pembaharuan dari alurnya, atau mungkin saya yang sudah mulai bosan dengan novel yang seperti ini yah, :)

Btw, tetap banyak hikmah yang bisa diambil lah dari novel ini, tentu khususnya inspiring utamanya ya tekad dan kesabaran si tokoh Dahlan ini dalam menjalani kehidupan sulitnya. Cuma, mimpi utama yang dikejar: sepatu dan sepeda itu tetap kurang 'cetaaaaaar' menempel buatku. Tentang euphoria kemenangan tim bola voli-nya dan grafik perjalanan cinta remaja-nya si Dahlan juga kurang "ngenaaaa", apa akunya yang tak masuk ke dalamnya ya? :D

25112012
@Graha Sartika