Minggu, 25 November 2012

-BERSAMA SEPATU DAHLAN-

Akhirnya selesai juga baca nih novel, yang pertama dari trilogi novel inspirasi Dahlan Iskan. Sebenarnya kurang "nggeh" juga dengan gaungnya, lebih pada tokoh si Dahlannya saja, yang sedang top dengan citra pejabat mumpuni (entah sekarang... dan semoga terus, :D). Pas di Gramed pun, menimbang2 cukup lama untuk membeli, tapi begitu lihat misua sampai tergugu cerita tentang resensinya, wuih tak pikir panjang, kebirit ke kasir, hehe.

Secara keseluruhan sih tak jauh beda dengan novel kisah seseorang, ex Laskar Pelangi dan Negeri 5 Menara. Sampai halaman terakhir pun, terus terang kurang dapat greget-nya. Ceritanya hidup? well, kujawab iya. Tapi entah kenapa, seakan tak ada pembaharuan dari alurnya, atau mungkin saya yang sudah mulai bosan dengan novel yang seperti ini yah, :)

Btw, tetap banyak hikmah yang bisa diambil lah dari novel ini, tentu khususnya inspiring utamanya ya tekad dan kesabaran si tokoh Dahlan ini dalam menjalani kehidupan sulitnya. Cuma, mimpi utama yang dikejar: sepatu dan sepeda itu tetap kurang 'cetaaaaaar' menempel buatku. Tentang euphoria kemenangan tim bola voli-nya dan grafik perjalanan cinta remaja-nya si Dahlan juga kurang "ngenaaaa", apa akunya yang tak masuk ke dalamnya ya? :D

25112012
@Graha Sartika