Jumat, 08 November 2013

A. GAZA KINASIH

Kalau masih ada yang berpendapat bahwa menyusui/ASI/ASIX adalah sebuah PILIHAN,
saya sangat setuju,
karena menyusui/ASI/ASIX memang PILIHAN --> TERBAIK. :D     

Alhamdulillah... lega rasanya bisa menjalankan “tugas negara” dengan baik selama 6 bulan pertama-nya Kinas, :D... bukan soal label ke-eksklusif-annya yang saya syukuri benar, melainkan lebih pada kemudahan dan kelancaran yang diberikan oleh-NYA dalam berkomitmen dan kemudian “berproses”...

What? Menyusui butuh komitmen? Mosok tho? Hehe... Sebagian orang/kalangan (termasuk saya yang dulu, :D) mungkin berpendapat menyusui adalah proses SEPELE yang bisa dilakukan oleh setiap ibu kepada anaknya, tapi coba kroscek lagi deh... ternyata ada banyak ibu yang tidak bisa menyusui karena beberapa hal/kendala... ada pula teman dan saudara yang bercerita bahwa sebenarnya dia ingin sekali menyusui dan bahkan sudah beberapa bulan (rata-rata 2-3 bulan) di awal kelahiran si baby bisa menyusui, namun adanya beberapa kendala menyebabkan tidak bisa full memberi ASI di 6 bulan pertama – ASIX (ASI eksklusif... HANYA ASI... tidak tambah air putih sekalipun) selama usia 0-6 bulan...

Saya teringat ketika pertama kali belajar tentang ASIX/proses menyusui (sampai sekarang pun masih harus banyaaaaak belajar, :D)... sebelum menikah, yang saya tahu bahwa ASI ya hanya Air Susu Ibu, yaps, jadi sebatas kepanjangannya saja bukan definisinya apalagi maknanya, hehe... Saya sangat menyakini bahwa waktu tunggu yang cukup lama (sekitar 1,5 tahun) sebelum dianugerahi Kinas ialah waktu yang diberikan Allah Swt kepada saya dan suami untuk bersiap diri dengan maksimal (dalam hal apapun) untuk menjadi orang tua... satu hari ketika sedang semangat2nya baca artikel tentang kehamilan (googling: ketika itu saya penasaran apa maksud pembukaan 1, pembukaan 4, pembukaan 5, dst ketika akan melahirkan, hahaha), seorang teman mem-posting link group AIMI = Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, tanpa pikir panjang langsung click! dan “petualangan” dimulaiiiiii, :D... bahkan kita bisa ikut kelas edukASI (so, bisa dapat penjelasan langsung dari para konselor ASI) yang diadakan oleh AIMI cabang Jateng (biasanya bertempat di klub Merby, di KS 13, atau di rumah ALBI)... dari kelas edukASI yang saya ikuti dan kebiasaan membaca postingan moms yang sering share info, mengajukan pertanyaan, dan juga membaca jawaban2 si admin group alias para konselor, satu hal yang melekat di pikiran: ASI ADALAH HAK ANAK...! setelah memaknai hal itu, saya berusaha untuk berkomitmen memberikan apa yang menjadi hak-nya Kinas, :D, secara utuh tanpa diskon, hehehe... komitmen itu pula yang menjadikan saya TIDAK PERNAH SEKALIPUN mencantumkan susu bayi dalam daftar belanja (hmmm berapa duit ya? Ratusan? Lebiiihhhhh..., alhamdulillah... J)... PRINSIPNYA: kalau saat ini tidak ada kendala untuk menyusui, kenapa tidak? :D, belum tentu nikmat sehat dan kemudahan saat ini bisa didapatkan lagi di anak kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya (lhoooooo, :D).

Segala sesuatu itu ada ilmunya! termasuk proses menyusui, awalnya juga tidak pernah terpikir oleh saya bahwa menyusui itu perlu persiapan (mental dan fisik) yang sedemikian rupa dan PENGETAHUAN tentang prosesnya... biasanya bagi ibu muda (apalagi kehamilan anak pertama) seperti saya, perkataan orang tua, keluarga, atau pengalaman teman yang sudah lebih dulu menjadi mommy yang dijadikan dasar utama dalam mengasuh baby, maklum pengalaman pertama, blank, :D... bukan bermaksud mengecilkan atau mengabaikan saran/nasehat/”ilmu” yang mereka bagikan namun tidak ada salahnya pula kita gali dari sumber lain (salah satunya WHO) terkait berbagai hal, termasuk tentang nutrisi bagi baby (pemberian ASI/ASIX)... biasanya pula, hehe, ibu muda mulai ribuuuuuut tentang hal tersebut setelah baby lahir, sehingga konsentrasi sudah terbagi antara sudah harus ngurus baby (begadaaaanggg, :D), proses penyembuhan pasca melahirkan, dan ubyeg dengan banyak pertanyaan “kenapa kok begini - kenapa kok begitu”... :D... jadi, kalau benar2 ingin tahu everything about ASI dan proses pemberiannya (kendala2 plus solusinya), saya pikir jauh lebih bagus ketika masa kehamilan menyisihkan waktu untuk mempelajari dan memahaminya...

Alhamdulillah, ketika tiba saat “eksekusi”, saya sudah merasa lebih siap karena sudah “berbekal” walau belum banyak... sudah cukup jelas manfaat pemberian ASIX, manfaat colostrum untuk baby, bagaimana posisi-posisi pelekatan yang benar ketika menyusui sehingga bisa terhindar dari puting lecet, apa dan mengapa terjadi bingung puting, bagaimana cara memerah ASI secara manual atau dengan breastpump, bagaimana cara/manajemen penyimpanan ASI Perah (ASIP) dalam frezeer dan ketentuan mengonsumsinya (sehingga ibu bekerja tetap bisa menjalankan tugas tanpa menunda atau menghentikan pemberian ASI), apa guna breastpad, mengapa lebih baik menggunakan sendok atau cup feeder saat pemberian ASIP, mengapa produksi ASI pada awal menyusui terkadang tidak banyak, hingga hal-hal (baca: mitos) yang sering “MENGANGGU” mindset ibu ketika masa menyusui, yang sifatnya hanya “katanya” (entah yang dimaksud –nya itu siapa, :D), misal *KATANYA busui dilarang makan yang pedas2, tidak boleh makan seafood, dan minum es (hadewwww mana tahaaaaan, hehe, nikmati saja lahhh), untuk seafood yang penting tidak punya riwayat alergi dan dimasak matang total toh..., *KATANYA ASI payudara kanan lebih manis dari yang kiri, *KATANYA tidak boleh menyusui ketika rambut ibu sedang basah biar baby tidak pilek (weleehh), *KATANYA endapan lemak ASI di lidah baby dibersihkan dengan air kencing baby (duhhhh, logikane piye? :D... kalau kata suami: duhhh, kalo gitu caranya berarti mengatasi masalah dengan masalah! hehe), dan masih banyaaaaak “katanya-katanya” yang lain... :D 

Trust me (esspecially to moms n AYAH-ASI wanna be)... menyusui bukan proses yang sulit, bahkan cenderung menyenangkan, walau setiap ibu menemui permasalahan dan kendala yang berbeda-beda, “internal maupun eksternal”, tapi lewaaaattttti saja... saya pribadi lebih banyak mengalami permasalahan eksternal, misal: pengasuh Kinas yang kurang sabar dan malah menolak pakai sendok atau cup feeder ketika memberikan ASIP, sering “terjangkit” penyakit malas untuk men-sterilkan breastpump dan botol ASIP, kadang kurang sabar ketika memerah secara manual, dll...

Oh ya, dukungan orang2 di sekitar saya juga teramat penting dalam kelancaran proses menyusui, selain saya pribadi yang harus terus berusaha berpikir positif dan stabil menyugesti diri... Alhamdulillah, suami mendukung 10000% pemberian ASIX, :D... sejak awal kehamilan, beliau sudah ikut ribet browsing sana-sini tentang ASIX, menyiapkan botol ASIP, semangat mengantar setiap akan ikut kelas edukASI, walau bekerja di luar kota namun setiap weekend beliau lah yang mencuci dan menyeterilkan breastpump, rutin mengecek freezer-apakah ready untuk penyimpanan ASI, setiap telp dari tempat kerja always menanyakan stock ASIP yang ada... selain beliau, dukungan orangtua terutama mbah uti (ibu), eyang putri (ibu mertua), dan pengasuhnya Kinas, juga menguatkan saya, walau di awal harus dijelaskan keutamaan ASIX terlebih dahulu... hmmm hampir lupa, jangan segan pula untuk “berburu” informasi mengenai rumah sakit/klinik/rumah bersalin + dokter kandungan/bidan + DSA + perawat yang PRO ASI... ini penting karena banyaaaak pengalaman tentang pemberian sufor kepada newborn baby tanpa seizin atau tanpa sepengetahuan ibu/keluarga... buang jauh2 deh PRASANGKA yang coba “melemahkan”, misal menyusui bisa membuat bentuk payudara berubah, menyusui itu ribeeeet, menyusui itu “makan” waktu (apalagi kalau harus pumping), menyusui bisa membuat gemuk karena harus makan banyak, “dan kawan-kawan”... kembali ke komitmen, moms! :D   

Sekelumit cerita itu (apaaa? Segitu bilang sekelumit? Hehehe) hanya bagian dari rasa nikmat dan senangnya bisa menyusui, simple: karena saya seorang ibu! :D... semoga komitmen dan proses ini bisa berlanjut, tidak muluk-muluk, minimal 6 bulan ke depan dengan terus memberikan ASI kepada Kinas plus belajar tentang Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan efisien (semoga dijauhkan dari godaan untuk mencoba “yang instan2”, semangat homemade baby food!) menuju wisuda Kinas yang kedua, :D... karenanya, kesehatan dan kesabaran adalah hal yang selalu saya pinta dari-NYA melalui doa...

Melalui doa pula, saya selalu memohon kepada Allah Swt untuk memberikan ketetapan yang terbaik untuk Kinas. Semoga tumbuh sehat dan menjadi pribadi sederhana, karena sederhana itu cantik, :D. SAYA ADALAH BAGIAN DARI KITA YANG TIDAK PERNAH TAHU TAKDIR ALLAH SWT SELANJUTNYA, so ingin terus melakukan dan memberikan yang terbaik bagi Kinas, minimal untuk SAAT INI adalah harapan saya.

Finally... selamat dhek Kindhyuuut sudah lulus ASIX, :D... MPASI-nya banyakin buah saja yaaa biar badanmu jadi langsing dan sexy, hahaha... jangan kelamaan bigsize-nya, masak masih batita sudah mau diet sihhhhh... haaaaa... thanks to Ayah n AIMI...  

#Moms and moms wanna be gabung yuks di group AIMI (*Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), group Gesamun (*Gerakan Sadar Imunisasi), dan group HHBF (*homemade healthy baby food), insya Allah banyak ilmu yang manfaat.
#Mohon maaf bila ada pihak yang kurang berkenan dengan isi tulisan ini. :D 

-Mom Kinas @Graha Sartika A/3-

Kamis, 17 Januari 2013

Baby... Come to ME... :)



17 Januari 2013

Hmm, terbangun nih dari pukul 00.30 tadi, sempat sedih karena di rumah sendirian... pikiran macam2... kondisi hamil 26 minggu... tapi alhamdulillah sehat... Dhe2 di perut sedang aktif2nya, subhanallah... semoga Allah selalu memberi kesehatan dan kemudahan bagi kami, Amin...

Setelah salat malam, ngemil bentar sambil mulai buka laptop... yang pertama tentu saja menengok “perdagangan” online, hehe... yaps, bisnis rahasia (upsss) yang udah beberapa bulan kutekuni, alhamdulillah lancar dan semoga Allah memberi keberkahan di dalamnya, Amin... setelah upload 2 photo produk, pindah channel ke fb pribadi... baca2 newsfeed sebentar, lihat2 timeline, baca postingan yang di-tag (menghargai dan mengapresiasi yang nge-tag juga, hehe), lanjut ke web Unnes untuk lihat berita terbaru dari tempat kerjaku ini... kegiatan selanjutnya terus berselancar tanpa batas... dari satu web ke web... hingga akhirnya mampir di mbah Google tercinta, hehe...

Pertama yang terpikir, cari info tentang rumah sakit recomended untuk persalinan plus info biayanya juga tentunya... ada banyak moms yang share tentang pengalamannya maupun info yang dimiliki, alhamdulillah, jadi bisa tahu banyak... mulai dari RSB Gunung Sawo, Hermina, Bunda, Elizabeth, Tlogorejo, hingga Roemani... hmmm, tapi kok belum ada yang sreg juga ya... akhirnya ganti topik nih, cari cerita-cerita pengalaman moms pas proses persalinan... maklum calon anak pertama, jadi teramat sangat (hehe) butuh referensi, inget pepatah “semua ada ilmunya”... :)

Nemu satu blog yang ditulis oleh seorang ibu yang melahirkan tahun 2011 lalu, gaya penceritaannya (halahhhh, :)) ringan walau tetap kembang-kembis juga pas baca. Lebih seneng lagi ternyata beliau pakai DSA yang sama denganku yaitu dr. Prima, kontrolnya pun sama di Roemani, hmmm jadi kepikiran melahirkan di sana juga saja nih, :), insya Allah. Beliau bercerita lengkap tentang proses persalinannya mulai dari merasakan mules, sikap tenang jelang persiapan ke rumah sakit, perjalanan ke rumah sakit dengan taksi, sampai di rumah sakit, menunggu dokter, hingga proses melahirkan... subhanallah, betapa Allah memberi kemudahan bagi beliau... semoga nanti demikian pun denganku, Amin...

Selain “kekuatan” esensi pengalaman itu, ada pula yang begitu membuatku terharu, trenyuh, tersindir, namun juga menguatkan... beliau bercerita bahwa sang suami harus kembali ke Jakarta untuk bekerja karena ternyata kelahiran putri kedua beliau ini lewat dari HPL-nya... Walau sang suami bimbang namun beliau justru yang menenangkan, mendukung, dan ikhlas sang suami tetap berangkat, subhanallah, padahal aku yakin pasti berat sekali... aku harus belajar banyak dari pengalaman beliau, terutama yang ini, karena mungkin saja nanti mamass juga tidak ada di sisi ketika mendekati HPL karena mengikuti diklat pendidikan di Bandung, namun semoga Allah merencanakan yang terbaik dan terindah untuk kami, Amin...

Dari yang disampaikan beliau, aku belajar satu hal bahwa kita harus yakin dan percaya akan kuasa Allah... banyak yang diberi anugerah pendampingan suami ketika persalinan, tetapi banyak pula yang tidak... namun, bila kita berpegang bahwa Allah lah yang maha kuasa, insya Allah kita akan selalu dalam penjagaanNya... Doa dan restu dari suami walau dari jauh, insya Allah akan meringankan dan memperlancar... kepasrahan dan keikhlasan harus digenggam agar beban berat menjadi ringan... 

Ya Allah, mudahkanlah segala urusan kami... bimbing kami agar mampu menjadi orang tua yang tangguh bagi buah hati amanahMu nanti... Amin...