Sabtu, 15 Oktober 2016

*A3 - (just) Ordinary Fam!

Guys, saya paham benar, setiap pribadi pasti ingin kaya.
Namun, saya (juga) mafhum bahwa standar 'kaya'-nya bisa jadi berbeda-beda.

Bila kata 'kaya' kemudian dimaknai sebatas harta, betapa dangkalnya.

Bagi saya, status 'kaya' telah tergengam karena punya mereka berdua (dalam foto-red).
Yaps, keluarga! Alhamdulillah.

Dalam konteks tertentu, saya tahu konsekuensi sebagai ibu bekerja. Itu pilihan saya!
So, saya (sebaiknya) tidak egois (lagi) mengusung idiom family is everything.
Walau saya sangat tahu, sejauh 'perjalanan' ini:
I sustain myself w/ the love of my fam!

            GS A/3 - 00.07 WIB   
 

Rabu, 12 Oktober 2016

-self reminder-


Ada 2 hal yang ku pelajari dari curhatan mahasiswi
mungil, 'pasien' skripsiku petang ini. 

*Betapa pekerjaan yang tampak remeh atau sepele
bisa jadi justru adalah sebuah ke-WAJIB-an!
*Pertimbangkan kembali segala sesuatu, jangan
sampai JUSTRU aktivitas wajib itu dipersepsikan
"menganggu" aktivitas pilihan lainnya.

Aku diam, be a good listener, mencoba memberi
senyum diantara suara sesenggukannya,
menepuk punggung tangannya pelan walau
sebenarnya juga menahan tangisan.

Kubilang: "Kalau kamu kecewa dengan seseorang,
tantang hatimu untuk tetap memberikan doa terbaik
untuknya". 

Karena mulut bisa saja basa-basi bicara, namun hatilah
penyimpan ikhlas yang sesungguhnya.

GS A/3. 22.25 WIB

Senin, 03 Oktober 2016

- MaJEmuK -





Did you know, guys?
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Sebelum mengenal konsep Klausa, "aliran" Linguistik Tradisional menyatakan bahwa kalimat majemuk berarti dua kalimat atau lebih yang digabung menjadi sebuah kalimat. Hmmm... agak janggal juga sih ya? secara logika, berarti 1+1 = 1 atau 1+2 (atau lebih) = 1. Berterima kah?

Yeps, yang bergabung sebenarnya satuan Klausa bukan Kalimat! Beberapa Klausa itulah yang membentuk kalimat majemuk, baik yang setara, bertingkat, maupun campuran.

Chaer, Abdul. 2015. Sintaksis Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.  
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =